Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Showing posts with label Aqidah. Show all posts

Friday, September 19, 2008

Ikat dirimu pada tali Allah SWT




Kebaikan itu merupakan mata rantai kepada kebaikan yang lain...

Kejahatan juga merupakan mata rantai kepada kejahatan yang lain...

Riya', berbuat kerana sesuatu selain daripada Allah SWT merupakan mata rantai yang akan menarik kepada U'jub, iaitu berbangga dengan diri sendiri. U'jub akan membawa kepada takabbur, membesar-besarkan diri sendiri. Takabbur akan membawa kepada sombong. Sombong akan membawa kepada rasa tidak perlu lagi bekerja seperti orang lain kerana dirinya istimewa. Mulai bermalas-malasan akan membawa kepada futur. Futur akan membawa kepada fasiq, mulai membuat dosa-dosa. Dan fasiq akan membawa kepada munafiq...

Begitu contoh mata rantai kejahatan... bermula dari suatu yang langsung tidak dapat dilihat, sangat halus dan kecil, akhirnya membawa kepada suatu yang besar dan merosakkan...


Kalau sekarang kita merasakan biasa-biasa sahaja terlepas pandang dalam menjaga niat agar tak jatuh ke dalam riya', maka esoknya kita akan kelam kabut menguruskan dir yang penuh dengan U;jub, Takabbur, Sombong, Futur dan munafiq yang berada di dalam diri...

Begitu juga mata rantai kebaikan, setiap satu kebaikan akan membawa kepada kebaikan yang lebih baik lagi. Bermula dari menjaga niat dan memperdagangkan niat dengan Allah SWT, ia akan membawa kepada pelbagai kebaikan yang akan datang berantai-rantai kepada anda...

Sebab itu, marilah kita renung ayat Allah SWT ini,

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. “
(al-Zalzalah(99):7-8)

Sebab itulah setiap amalan, sekecilmanapun ia, adalah suatu yang sangat dituntut oleh Islam. Meskipun perkara seremeh, doa masuk tandas, ia merupakan mata rantai yang akan menarik kita kepada kebaikan yang lebih besar dan menjauhi keburukan yang jauh lebih besar.

Beramallah wahai saudara-saudariku... walaupun sekecil mana amal kebaikan mu...

Ikatlah dirimu dengan sebanyak banyak ikatan kepada Allah SWT. Ikatlah dengan ikatan Solat, ikatan puasa, ikatan akhlak, ikatan amanah, ikatan pernikahan, ikatan persaudaraan, dan segala macam ikatan ikatan kebaikan-kebaikan yang ada...

Kerna seandainya salah satu dari ikatan itu putus, kita akan tetap dipegang oleh ikatan-ikatan lainnya...

Bagai sebuah kapal yang perlukan sauh yang kukuh, agar ia tetap di tempatnya meskipun dilanda ombak yang menggulung....

Read more...

Wednesday, September 17, 2008

Bantuan Allah datang dalam keadaan tak terduga lagi...


Alhamdulillah...

Sungguh benar janji Allah SWT yang disebut-Nya dalam at-Thalaq:

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya."
(65:2-3)

Sedemikian pula sabda Rasulnya

"Wahai anak muda, aku ingin mengajarkan kepadamu satu kalimah, kamu jagalah Allah, dia pasti akan menjagamu, Kamu jagalah Allah, kamu akan mendapati dia akan sentiasa bersamamu. Jika kamu ingin meminta, minta lah pada Allah SWT, jika kamu ingin berlindung, berlindunglah pada-Nya.

Ketahuilah seandainya seluruh ummat manusia berkumpul untuk memberikan satu kebaikan kepada mu, mereka takkan dapat memberikan apa-apa kecuali apa yang telah Allah tulis atas mu.

Dan ketahuilah seandainya seluruh ummat manusia berkumpul untuk memberikan satu mudarat kepada mu, mereka takkan dapat memberikan apa-apa kecuali apa yang telah Allah tulis atas mu.

Telah diangkat pen dah telah kering dakwatnya..." (HR Tirmidzi, Hasan Shahih)

Minggu lepas sewaktu ke sebuah sekolah untuk menjalankan rutin halaqah mingguan, salah seorang gurunya berminat untuk duduk sekali mendengarkan halaqah...

Alangkah indah pemandangan itu! seorang guru yang jauh lebih senior, jauh lebih banyak makan garam, menunduk diri dan duduk bersama dalam majlis halaqah...


Bukan seperti sikap orang kebenyakan yang biasanya tertanya-tanya dan lebih cenderung untuk menuduh yang bukan-bukan, dia malah mengucapkan terima kasih yang amat sangat atas kedatangan...

Dia malah menghulurkan duit "Minyak" kepada ana sebagai sedekah di bulan Ramadhan dan penghargaan atas usaha kebaikan. Malah menasihati para pelajarnya agas mencontohi kami, para du'at yang menginfakkan masa dan tenaga pada jalan ini...

Memang kebetulan ana waktu tu cuma tinggal RM1.50 dalam dompet dan sudah 2 hari cuma bersahur dengan air masak, sebab kehabisan duit. Minyak motor pun ditanggung oleh ikhwah yang datang sekali dengan ana...

Baru semalamnya ana berbincang dengan isteri, tentang sudah kehabisan duit langsung, dengan meng"quote" kata-kata ustaz Rahmat Abdullah dalam filem sang murobbi, "Lantas kalau sudah kehabisan uang malah kita harus bersyukur, kerana itu tandanya rezki sudah mahu datang lagi... lihat saja sumur, bila sumurnya kering itu udah tanda bahwa hujan lagi mau turun..."

Masya'allah, terasa sungguh kebenaran kata-kata itu tadi...

Allah SWT bukan cuma memberi duit, malah memberikan bantuan dalam dakwah di sekolah itu dengan sokongan dari seorang guru...

Serahkanlah diri kita pada Allah SWT, kerana apabila dia berkehendak, maka tiada lain yang punya apa-apa daya...

Rezeki itu datang dari-Nya, tak pernah dimiliki oleh siapapun kecuali Dia... Andai Dia ingin memberi, maka kasih sayang Allah itu tiada hadnya...

Andai Dia ingin menarik, ada beribu cara untuk harta, tenaga, semuanya milik kita untuk ditarik sekelip mata... lihat saja kisah para pemilik kebun dalam surah al-Qalam, sekelip mata seluruh kebun-kebun milik mereka lenyap, tak tersisa apa pun...

"Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya..." (93:11)

Read more...

Thursday, September 11, 2008

Tak mungkin kecewa pada diri sendiri...

Kerana kita berbuat kepada Allah, bukan kepada manusia, sebab itu tiada rasa kecewa walaupun terhadap diri sendiri...

Sebab kita berhadapan dengan Allah SWT yang maha pemurah dan maha penyayang...

Lebih penyayang daripada seorang ibu yang menjaga anak kecil... tetap tersenyum walau berkali-kali asang anak kecil tadi melakukan kesalahan... tetap menyayangi, walaupun berkali-kali sang anak menyakitinya... kerna dia seorang ibu...

Setiap kesalahan semuanya boleh diampuni, andai bertaubat darinya...

Allah yang Maha lemah lembut kepada hambanya... sangat suka mendengarkan luahan hati kelemahan diri kepadanya... kerna memang hamba itu diciptakan bersifat lemah dan akan selalu berbuat dosa...

Dari Abu Hurairah ra. Nabi SAW pernah bersabda : "Demi tuhan yang diriku berada di dalam genggamannya, seandainya kamu tidak berdosa, Nescaya Allah akan mematikan kamu, kemudian Allah akan mendatangkan satu kaum yang melakukan dosa, kemudian mereka meminta keampunan dari Allah, lantas Allah mengamppuni mereka." (HR Muslim)


Dosa yang kita telah kita lakukan, anggap ia sebagai bahan kesedaran untuk selalu kita ingatkan diri kita tentang hakikat kelemahan manusia...

Kerna kan kita lebih banyak belajar dari melakukan kesilapan berbanding melakukan sesuatu dengan betul?

Manusia yang tak merasakan dirinya hina itulah yang sebenarnya hina... kerna dalam diri mereka ada sikap "sombong', dan "takabbur"...

Manusia yang merasakan dirinya mulia dan bersih dari dosa... itulah manusia yang terpedaya...

Ajaibnya seorang mukmin, semua yang berlaku padanya adalah kebaikan... dan tiada yang merasakan demikian kecuali dia seorang mukmin... jika dia ditimpa keburukan maka dia bersabar, maka keburukan tadi adalah kebaikan bagi dirinya... jika dia ditimpa kebaikan maka dia bersyukur, maka kebaikan tadi akan menjadi kebaikan yang sebenar-benarnya kepadanya...

Maka seorang mukmin itu tak merasa kecewa dengan apa yang telah berlaku... walaupun terhadap dirinya... kerna setiap yang berlaku adalah pelajaran dari Allah SWT kepada kita agar lebih berhati-hati (taqwa) dalam menempuhi jalan menuju-Nya...

Kan menurut Umar RA, taqwa itu adalah seperti kamu berjalan di malam hari pada jalan yang penuh duri...

Mana mungkin seorang dapat berhati-hati (taqwa) seandainya tak pernah merasakan kesakitan terpijak duri tadi lalu menanamkan rasa benci terhadap duri itu dan menanamkan kepentingan bersabar dalam berhati-hati menelusuri jalan tadi...

Ikhwah fillah...

Kata kecewa yang berkali-kali dirasakan mengundang perasaan putus asa... dan perasaan putus asa itu hanyalah kriteria yang cuma ada pada orang yang mengkufuri Allah SWT...

"Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (12:87)

Buang rasa kecewa, optimislah! Kita adalah sebaik-baik kejadian di Muka bumi ini... Di ciptakan dengan potensi terbaik... 

Read more...

Sunday, September 7, 2008

Kecewa...

Seandainya kamu ingin mencari manusia yang sempurna maka kamu tidak akan pernah menemuinya... (Yusuf Qardhowi - Fatwa-fatwa Yusuf Qardhowi)

Kita bukan penilai, tapi kitalah yang dinilai... (21:23)
Kita bukan penghukum, kita cuma da'ie... (Mustafa Masyhur)

Kalau berbuat kerna manusia kita kan mudah kecewa...
Kerna manusia, takkan pernah akan sentiasa berlaku adil dalam menilai setiap perbuatan kita...
Bukankah manusia itu terkenal dengan kebodohan dan kejahilannya?

"Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” (33:72)

Kalau kita berbuat kerana-Nya yang Esa...
Kata kecewa takkan pernah muncul dalam kamus kehidupan sang hamba...
Kerna yang namanya hamba, bukan cuma akan sentiasa dibalas dengan adil, malah dengan berganda-ganda lebih baik dari apa yang dilakukannya...
Malah kesalahan dan kesilapan semuanya dengan mudah diampunkan oleh-Nya...

Pedulikan penilaian manusia...
Pedulikan pandangan manusia...
Pedulikan perasaan mereka...

Kita hanya pengabdi ilahi...

Maka apapun kesalahan tak akan pernah menjadi kesalahan yang tak terampun...
Kecuali mensyirikkan Allah SWT...

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu..."(4:48)

Bertapa banyakpun dosa-dosa yang kita lakukan dan kita sembunyikan di muka bumi ini, Sungguh ampunan Allah lebih besar dari dosa kita...

Tiada lagi akan ada kata berputus asa, terus kecewa, dan merajuk dari perjuangan menuju Allah yang Maha Perkasa... (12:87)

Andai berbuat hanya untuknya Yang Esa...

Maka anda berbuat untuk siapa?

Read more...

Monday, August 11, 2008

Bahagia dalam redhomu....

Baru balik dari follow up sekolah dan sebuah IPT...

Sambutan agak mengecewakan, mereka cuma sanggup memberi masa dalam 30 minit sahaja untuk bersama disebabkan beberapa alasan. Namun, bagi seorang mukmin apa pun yang ditakdirkan oleh Sang Maha Perkasa adalah suatu yang menggembirakan, kerna dia telah diganjari... Hanya amalan sahaja yang dilihat, hasilnya dikembalikan pada Sang Maha Perkasa...

Rasulullah cakap, "Ajaibnya seorang mukmin, seluruh perkara baginya adalah kebaikan, dan Ia tak mungkin didapati pada selain dari orang mukmin. Sekiranya dia diberi nikmat dia bersyukur, maka syukur itu baik bagi dirinya... Seandainya dia ditimpa malapetaka, dia bersabar, maka kesabarannya itu adalah baik bagi dirinya...

Kita tak ditanya tentang apa hasil yang kita dapatkan dari suatu pekerjaan, akan tetapi kita akan ditanya apa yang telah dan akan kita buat mengenainya... Setiap yang berlaku adalah ketentuan dan dibawah kuasa Yang Maha Perkasa... sedangkan api pun tak punya kuasa haba yang membakar sesuatu (Kisah Nabi Ibrahim), kuasa itu keseluruhannya milik Dia...

Maka aku bersyukur ya Allah diatas kurniaanmu berupa ujian dan cubaan ini...

Dan aku yakini bahawa semua yang datang darimu adalah kebaikan secara total...

Read more...