Thursday, September 25, 2008

Muwassofat Tarbiyah




10 Muwassofat Tarbiyah

1.Akidah yang bersih

2.Ibadah yang sahih

3.Akhlak yang baik

4.Mampu bekerja

5.Luas wawasan fikiran

6.Tubuh yang kuat

7.Berjihad melawan hawa nafsu

8.Teratur Kehidupannya

9.Memperhatikan Waktunya

10.Bermanfaat kepada orang lain

Tarbiyah itu adalah suatu proses yang dapat mendatangkan 10 perkara ini.

Jalannya adalah dengan mengembargemburkan syiar,

"Kenalilah tuhanmu, Perbaiki dirimu, Ajaklah orang lain, Dirikanlah daulah Islam di hatimu, nescaya ia akan tertegak di bumimu..."

Dakwah kepadanya adalah dengan tenang dan tawadduk,

"Tenang, tetapi lebih kuat dari angin taufan...
Tawadduk, tetapi lebih tinggi dari gunung...
Sempit tetapi lebih luas daripada keluasan bumi seluruhnya...

Ia bersih dari fenomena kepalsuan dan kebohongan yang menawan,
bersih dari keinginan hawa nafsu dan tuntutan kepentingan peribadi,
Bahkan penuh dengan keagungan, kebenaran dan keindahan wahyu serta perlindungan Allah...

Dakwah ini akan memberikan orang-orang mukmin dan orang-orang yang jujur beramal dalamnya, sebuah kepimpinan di dunia dan di akhirat..."

(Hasan al-Banna)

Read more...

Monday, September 22, 2008

Karakter Dakwah kita :


1.Rabbaniyah :

Segalanya dari Allah, untuk Allah, dan kembali kepada Allah SWT

2.Wasatiyah :

Seimbang, tidak berlebih-lebihan dan tidak terlalu sedikit. Memberikan hak pada setiap yang berhak, menunaikan keperluan setiap yang memerlukan sesuai dengan kadarnya...

3.Ijabiyah :

Positif dalam memandang manusia dan kehidupan. Tidak suka berburuk sangka, tidak melabel-label manusia dengan gelaran-gelaran hina, tidak pernah berputus asa dari Rahmat Allah SWT.

4.Waqi’iyyah :

Realistik dalam mempelakukan individu dan masyarakat. Mengambil kira keadaan setempat dan bertindak sesuai dengannya.

5.Akhlakiyah:

Sarat dengan nilai kebenaran, baik dalam sarana mahupun tujuan

6.Syumuliyah :

Utuh dan menyeluruh dalam manhajnya

7.Alamiyah :

Untuk seluruh dunia

8.Syuriah :

Berpijak atas perinsip musyawarah dalam menentukan segala sesuatunya.


9.Jihadiyah :

Memerangi siapa sahaja yang berani menghalang-halang Islam dan tersebarnya dakwah. Tidak gentar dan tidak menyerah kalah.

10.Salafiyah :

Menjaga keaslian dalam pemahaman dan dalam aqidah. Kembali kepada asalnya islam itu adalah apa yang Rasul dan Sahabat baginda laksanakan.

Rujukan utama adalah sumber-sumber yang sahih, menjaga sisi keilmuan, dan tidak menafikan kepentingan menjaga sumber ilmu pengetahuan. Kita adalah orang yang mengikut Rasul dan sahabat bukan orang yang mereka-reka jalan ini...


Ikhwah fillah, inilah karakter dakwah kita. Kita harus menekenkan perinsip-perinsip ini dalam seluruh kehidupan dakwah, menghidupkannya dan memancarkan sinar manfaat darinya kepada seluruh manusia.

Inilah yang membezakan kita dari semua yang lain. Kita mengamalkan 10 perinsip ini dalam menjaga dan menegakkan islam di muka bumi ini. Inilah kita, dan barangsiapa meninggalkan mana-mana dari perinsip ini, dia bukanlah sebahagian dari kita...

Read more...

Friday, September 19, 2008

Ikat dirimu pada tali Allah SWT




Kebaikan itu merupakan mata rantai kepada kebaikan yang lain...

Kejahatan juga merupakan mata rantai kepada kejahatan yang lain...

Riya', berbuat kerana sesuatu selain daripada Allah SWT merupakan mata rantai yang akan menarik kepada U'jub, iaitu berbangga dengan diri sendiri. U'jub akan membawa kepada takabbur, membesar-besarkan diri sendiri. Takabbur akan membawa kepada sombong. Sombong akan membawa kepada rasa tidak perlu lagi bekerja seperti orang lain kerana dirinya istimewa. Mulai bermalas-malasan akan membawa kepada futur. Futur akan membawa kepada fasiq, mulai membuat dosa-dosa. Dan fasiq akan membawa kepada munafiq...

Begitu contoh mata rantai kejahatan... bermula dari suatu yang langsung tidak dapat dilihat, sangat halus dan kecil, akhirnya membawa kepada suatu yang besar dan merosakkan...


Kalau sekarang kita merasakan biasa-biasa sahaja terlepas pandang dalam menjaga niat agar tak jatuh ke dalam riya', maka esoknya kita akan kelam kabut menguruskan dir yang penuh dengan U;jub, Takabbur, Sombong, Futur dan munafiq yang berada di dalam diri...

Begitu juga mata rantai kebaikan, setiap satu kebaikan akan membawa kepada kebaikan yang lebih baik lagi. Bermula dari menjaga niat dan memperdagangkan niat dengan Allah SWT, ia akan membawa kepada pelbagai kebaikan yang akan datang berantai-rantai kepada anda...

Sebab itu, marilah kita renung ayat Allah SWT ini,

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. “
(al-Zalzalah(99):7-8)

Sebab itulah setiap amalan, sekecilmanapun ia, adalah suatu yang sangat dituntut oleh Islam. Meskipun perkara seremeh, doa masuk tandas, ia merupakan mata rantai yang akan menarik kita kepada kebaikan yang lebih besar dan menjauhi keburukan yang jauh lebih besar.

Beramallah wahai saudara-saudariku... walaupun sekecil mana amal kebaikan mu...

Ikatlah dirimu dengan sebanyak banyak ikatan kepada Allah SWT. Ikatlah dengan ikatan Solat, ikatan puasa, ikatan akhlak, ikatan amanah, ikatan pernikahan, ikatan persaudaraan, dan segala macam ikatan ikatan kebaikan-kebaikan yang ada...

Kerna seandainya salah satu dari ikatan itu putus, kita akan tetap dipegang oleh ikatan-ikatan lainnya...

Bagai sebuah kapal yang perlukan sauh yang kukuh, agar ia tetap di tempatnya meskipun dilanda ombak yang menggulung....

Read more...

Wednesday, September 17, 2008

Bantuan Allah datang dalam keadaan tak terduga lagi...


Alhamdulillah...

Sungguh benar janji Allah SWT yang disebut-Nya dalam at-Thalaq:

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya."
(65:2-3)

Sedemikian pula sabda Rasulnya

"Wahai anak muda, aku ingin mengajarkan kepadamu satu kalimah, kamu jagalah Allah, dia pasti akan menjagamu, Kamu jagalah Allah, kamu akan mendapati dia akan sentiasa bersamamu. Jika kamu ingin meminta, minta lah pada Allah SWT, jika kamu ingin berlindung, berlindunglah pada-Nya.

Ketahuilah seandainya seluruh ummat manusia berkumpul untuk memberikan satu kebaikan kepada mu, mereka takkan dapat memberikan apa-apa kecuali apa yang telah Allah tulis atas mu.

Dan ketahuilah seandainya seluruh ummat manusia berkumpul untuk memberikan satu mudarat kepada mu, mereka takkan dapat memberikan apa-apa kecuali apa yang telah Allah tulis atas mu.

Telah diangkat pen dah telah kering dakwatnya..." (HR Tirmidzi, Hasan Shahih)

Minggu lepas sewaktu ke sebuah sekolah untuk menjalankan rutin halaqah mingguan, salah seorang gurunya berminat untuk duduk sekali mendengarkan halaqah...

Alangkah indah pemandangan itu! seorang guru yang jauh lebih senior, jauh lebih banyak makan garam, menunduk diri dan duduk bersama dalam majlis halaqah...


Bukan seperti sikap orang kebenyakan yang biasanya tertanya-tanya dan lebih cenderung untuk menuduh yang bukan-bukan, dia malah mengucapkan terima kasih yang amat sangat atas kedatangan...

Dia malah menghulurkan duit "Minyak" kepada ana sebagai sedekah di bulan Ramadhan dan penghargaan atas usaha kebaikan. Malah menasihati para pelajarnya agas mencontohi kami, para du'at yang menginfakkan masa dan tenaga pada jalan ini...

Memang kebetulan ana waktu tu cuma tinggal RM1.50 dalam dompet dan sudah 2 hari cuma bersahur dengan air masak, sebab kehabisan duit. Minyak motor pun ditanggung oleh ikhwah yang datang sekali dengan ana...

Baru semalamnya ana berbincang dengan isteri, tentang sudah kehabisan duit langsung, dengan meng"quote" kata-kata ustaz Rahmat Abdullah dalam filem sang murobbi, "Lantas kalau sudah kehabisan uang malah kita harus bersyukur, kerana itu tandanya rezki sudah mahu datang lagi... lihat saja sumur, bila sumurnya kering itu udah tanda bahwa hujan lagi mau turun..."

Masya'allah, terasa sungguh kebenaran kata-kata itu tadi...

Allah SWT bukan cuma memberi duit, malah memberikan bantuan dalam dakwah di sekolah itu dengan sokongan dari seorang guru...

Serahkanlah diri kita pada Allah SWT, kerana apabila dia berkehendak, maka tiada lain yang punya apa-apa daya...

Rezeki itu datang dari-Nya, tak pernah dimiliki oleh siapapun kecuali Dia... Andai Dia ingin memberi, maka kasih sayang Allah itu tiada hadnya...

Andai Dia ingin menarik, ada beribu cara untuk harta, tenaga, semuanya milik kita untuk ditarik sekelip mata... lihat saja kisah para pemilik kebun dalam surah al-Qalam, sekelip mata seluruh kebun-kebun milik mereka lenyap, tak tersisa apa pun...

"Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya..." (93:11)

Read more...

Tuesday, September 16, 2008

Buat yang tercinta...



Sabarlah wahai permata hatiku...

Janji Allah itu kan pasti...

Ujian Allah ditimpakan pada hamba-hamba yang dicintai...

Berkadar dengan kekuatan diri...

Kerna Allah ingin berada lebih dekat lagi dengan dirimu, sayangku...

"Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."(2:186)

Sayangku, kita berbuat kerana yang maha mulia. Ukuran kemuliaan bukan pada keberjayaan kita di dunia, namun pada hati yang dekat dan tunduk pada-Nya... kerna berapa ramai para nabi dan aulia' yang dippendang hina?

Mereka berkata: "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?" (26:111)

Hanya satu pesanku... jaga niat, kerna perbuatan yang baik, niatnya salah, akan dihitung dosa...

Namun perbuatan yang salah, niatnya baik, adalah kemaafan dan kasih sayang dari Pencipta...


"...Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cubaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (2:214)

Sabarlah dan ingatlah pertolongan Allah itu sangat dekat...

Sabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu wahai kekasih... kerna kita berkasih atas nama Yang Esa... atas nama Pemilik Segala-galanya...

Bidadari...

Semakin dekat dirimu dengan pencipta... moga semakin tinggi nilai cinta kita... dan untuk itu, kita diuji... untuk meningkatkan ikatan cinta kita berdua...

Agar dengan bangga, engkau dapat mengatakan, "Saksikanlah! di atas nama Cinta aku mengabdi diri, menyuci hati, menunduk pasrah padamu ilahi..."

Bukan atas nama kerjaya, bukan atas nama bangga, bukan atas nama siapa-siapa, tapi atas nama Cinta kepada yang Maha Pencinta...

"Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah...." (2:165)

Read more...

Mengutamakan yang utama




"Yang lebih penting lebih penting dari yang penting kerana yang lebih penting itu lebih penting daripada yang penting."

Begitulah kata-kata seorang motivator waktu ana sekolah dulu. Sampai sekarang masih ingat lagi sebab susunan ayatnya yang sedikit mengelirukan.

Intipatinya sangat luas. Penggunaannya seandainya difahami dengan jelas menjadikan kita lebih terarah dalam kehidupan.

Berhentilah sejenak dari rutinitas kehidupan...

Berhentilah sejenak dari berbuat...

Berhentilah sejenak, dan berikan sedikit masamu untuk dihabiskan dengan berfikir...

Benarkah apa yang kita lakukan ini adalah yang terbaik buat kita?


Benarkah kita telah melakukan segala kerja dengan cara yang paling baik? menggunakan sumber yang paling kurang dan menghasilkan hasil yang paling maksimum? Itukan definasi "efficiency" dalam apa benda sekalipun. Apakah anda berada dalam keadaan yang paling efficient?

Semuanya bermula kembali dari apa tujuanmu... kearah mana kita sedang menuju...

Kemudian baru timbul persoalan bagaimana cara untuk mencapai tujuan tadi...

Disusuli dengan apakah alternatif yang ada...

Kemudiannya senaraikan sebanyak mungkin cara untuk sampai ke destinasi tadi...

Jalan mana yang paling singkat untuk dilalui? Jalan mana yang memerlukan pengorbanan yang paling sedikit?

Kita boleh bekerja dan sentiasa melakukan perkara yang berfaedah, namun, dalam melaksanakan benda yang berfaedahpun kita sebenarnya sedang melakukan pembaziran tenaga, andai kita tidak menysun langkah kita dengan saksama...

Sebab itu ana katakan, apabila dakwah kita bermasaalah, cuba berhenti dari idea untuk memperbanyakkan lagi usaha mengajak orang lain dulu, cuba renungi apakah cara dan ajakan kita itu efficient atau tidak? andai itulah yang terbaik barulah kembali kepada memperbanyak usaha menarik.

Kerana secara nalurinya manusia itu adalah hamba kepada kebaikan. Andai apa yang kita ajak kepada dia adalah kebaikan, dan dia benar-benar memahaminya sebagai kebaikan, dia pasti tertarik. Walaupun belum tentu dia mampu mengikutinya...

Bukankah itu perihal keadaan dakwah rasullullah SAW dan para sahabat di makkah dahulu? Hampir tiada orang yang tidak tertarik dengan bacaan al-qur'an, walaupun sedikit sahaja yang mampu mengikutinya...

Mungkin kita punya penyampaian terlalu kosong. Bukankah tingkatan Ilmu itu lebih tinggi berbanding amal?.

Begitu juga dengan study, kadangkala ketika mudarat yang datang dari tidak study itu lebih besar dari manfaat yang didapati dari berdakwah, maka tinggalkan sebentar dakwah. Andai kemarahan ibu bapa itu membawa mudarat yang lebih besar dari pergi program tinggalkan pegi program.

Ini kembali kepada usul fiqh. Sebab itu ilmu fiqh ini dikatakan adalah asas kepada seorang itu memahami islam. kerna islam yang sebenarnya bukanlah suatu yang rigid, langsung tidak boleh berubah mengikut suasana, malah islam itu adalah agama yang paling sesuai untuk semua keadaan dan semua tempat. Islam adalah cara memaksimukan potensi seluruh perkara yang ada di dunia, seluruh kerja, dan segalanya...

Kita harus menimbang kemaslahatan dan mudarat dengan baik. Ambil mudarat yang kecil berbanding mudarat yang lebih besar kalau kita tiada pilihan yang lain setelah berusaha. Ambil yang paling besar manfaatnya dari pada dua perkara yang bermanfaat kalau kita memang sudah tidak mampu untuk mengambil kedua-duanya...

Read more...

Monday, September 15, 2008

Bicara hati seorang Kuli...




Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku ini...

Kuatkan lah imanku...

Terimalah taubatku...

Hamba ini selalu leka, selalu bermaksiat, selalu hina, selalu ah... terlalu banyak kelemahan dan kekuranganku...

Hamba jadi malu, malu pada kehinaan diri sendiri...

Ya rabbi, berkali-kali hambau kembali merosakkan diri,

Berkali-kali hambamu ini menzalimi dirinya sendiri... apakah masih ada lagi pengampunan darimu?

Bahkan, kasih sayangmu yang terlalu luas itulah yang menjadikan diriku semakin kerdil...

kemaafan demi kemaafan yang kau berikan menjadikan aku bertambah malu...

Bertapa Agungnya dirimu...

Bertapa Maha Sempurna...


Hanya keranaMu ya Allah...

Aku masih mampu bangkit kembali...

Dari segenap kesalahan dan kelemahan diri ini...

Kerana aku berbuat untukMu...

Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Sempurna...

Tiada lagi kesalahan yang tak mungkin dimaafi...

Bangkit dan terus bangkit walaupun setelah berkali-kali hati ini mati...

Aku hanya seorang hamba... tak layak meletakkan gelar selain itu...

Tuhanku dengarlah bicara hati ini...

Dari ku insan sering tersisih...

Di lautan penuh dosa dan noda...

demi mencari secebis kasihmu...

Tuhanku tangan ini menadah sayu...

Keampunan di perjalanan jauh...

Semoga di terima di sisimu...

Sebagai bekalan negri abadi...

Download tuhanku4.wav

Read more...